Selasa, 05 Februari 2013

Waktu Tidak Pernah Cukup, Ayah.

Saya selalu merasa waktu tidak pernah cukup untuk mempertemukan kita berdua, Ayah.
Saya dengan segala kesibukan saya yang baru, yang katanya proses menuju dewasa
Dan kau dengan rutinitas keseharianmu, bekerja membanting tulang
Kita seperti dua kubu yang susah menyatu, Ayah
Kata teman teman saya itu adalah hal yang wajar karena saya sedang bertumbuh
Tapi saya rindu Ayah
Saya rindu saat ayah mengikat rambut saya sehabis mandi sore dengan karet gelang
Saat saya tidur di dalam pelukan Ayah di siang hari
Saat Ayah menggendong saya
Saat kita berebut makan nasi goreng buatan Ibu
Semakin usia bertambah, waktu kita semakin berkurang Ayah
Pemikiran kita juga tak lagi satu
Kita sering berdebat, saya menangis, dan segala pemikiran negatif muncul di pikiran saya
Hanya sisi sisi buruk yang saya ingat
Saya lupa,
Saya lupa Ayah selalu menunggu saya pulang les baru kemudian Ayah tidur
Walaupun saya tahu Ayah begitu mengantuk
Saya lupa Ayah selalu memeriksa keadaan sepatu-sepatu saya, apakah masih layak atau tidak
Saya lupa Ayah selalu berusaha agar anaknya tidak kalah dengan teman-temannya
Saya lupa Ayah selalu mencucikan baju saya, walaupun Ayah marah karena saya belum bisa mandiri. Tetapi Ayah tetap mencucikan baju saya.
Saya lupa Ayah yang menjawab pertanyaan saya ketika saya bertanya tentang G30S/PKI
Saya lupa Ayah selalu sms saya, menanyakan saya di mana dengan siapa, ketika saya pulang larut
Saya lupa Ayah selalu percaya pada saya apapun yang saya ucapkan.
Saya tahu Ayah,
Saya terlalu gengsi untuk memulai pembicaraan.
Tapi saya rindu. Kalau saja mampu, saya ingin mengirimkan tulisan ini pada Ayah.
Tapi saya tak kuasa.
Waktu tak pernah cukup Ayah untuk mengabadikan semua yang pernah Ayah ajarkan pada saya.


Garnis Yoga Pratama

5 komentar:

  1. baca, mewek, lalu mengalir :')

    BalasHapus
  2. Enjoy ! ;)
    Kadang kalian engga pernah sadar peranan Ayah, saya juga seperti itu :')

    BalasHapus

Glad if i can find your notes/comment/quotes here ♥
xoxo, Garnis Yoga Pratama